STT Arastamar Wamena dan Persekutuan Gereja-gereja Papua Pegunungan menandatangani MoU bidang pendidikan, penelitian, dan PkM, 14 Oktober 2026.
Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Wamena dan PGGPP Tandatangani MoU Pendidikan, Penelitian, dan PkM
Wamena, 14 Oktober 2026 — Rabu pagi di kampus Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Wamena terasa berbeda dari biasanya. Ibadah yang rutin digelar setiap Rabu di lingkungan kampus kali ini menjadi pembuka bagi sebuah langkah penting: penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara STT Arastamar Wamena dan Persekutuan Gereja-gereja Papua Pegunungan (PGGPP) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (PkM).
Ibadah dihadiri civitas akademika, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta rombongan PGGPP. Kegiatan rohani ini menegaskan bahwa kerja sama yang dibangun berakar pada iman dan panggilan bersama untuk melayani Tanah Papua.
Kampus untuk semua denominasi
Usai ibadah, Ketua STT Arastamar Wamena, Dr. Sensius Amon Karlau, M.Th., M.Pd.K., menyampaikan sambutan. Ia menegaskan bahwa STT Arastamar Wamena bukan milik satu denominasi. Kampus ini terbuka dan hadir bagi seluruh gereja di Papua Pegunungan. Mahasiswa yang menimba ilmu di sini datang dari beragam latar belakang gereja, dan keberagaman itu justru menjadi kekuatan untuk menyiapkan pelayan, pendidik, dan pemimpin Kristen bagi seluruh tubuh Kristus di tanah ini. Menurutnya, kerja sama dengan PGGPP merupakan wujud nyata dari semangat keterbukaan tersebut.
Kampus Kristen sebagai penjaga kemajemukan
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua PGGPP, Pdt. Arie Mabel, S.Pd., M.Th. Ia menyoroti peran strategis kampus Kristen bagi masyarakat Papua Pegunungan. Kehadiran perguruan tinggi teologi, katanya, tidak hanya berdampak pada mutu pelayanan gereja, tetapi juga pada pembentukan generasi yang berpikir terbuka, menghargai perbedaan, dan mampu merawat kemajemukan. Di tengah masyarakat Papua Pegunungan yang beragam suku, bahasa, dan gereja, lulusan kampus Kristen diharapkan menjadi perekat yang menjaga kerukunan dan kedamaian bersama.
Tiga penandatanganan sekaligus
Puncak kegiatan adalah penandatanganan MoU yang dilakukan pada tiga tingkat:
- Tingkat institusi, ditandatangani langsung oleh Ketua STT Arastamar Wamena, Dr. Sensius Amon Karlau, M.Th., M.Pd.K.
- Program Studi Teologi, ditandatangani oleh Ketua Program Studi, Dr. Gideon Widiono, M.Pd.K.
- Program Studi Magister, diwakili oleh Sekretaris Program Studi, Dr. Alfred Melkianus Toh, M.Th.
Dengan penandatanganan di tingkat institusi dan program studi, kerja sama ini tidak berhenti sebagai dokumen. Kesepahaman tersebut diturunkan ke kegiatan nyata di setiap program studi sesuai bidang keilmuannya.
Menguatkan Tridharma bersama gereja
Melalui MoU ini, STT Arastamar Wamena dan PGGPP sepakat bersinergi dalam tiga bidang Tridharma Perguruan Tinggi. Di bidang pendidikan, gereja-gereja anggota PGGPP dapat menjadi mitra pembelajaran dan tempat praktik pelayanan mahasiswa. Di bidang penelitian, kampus dan gereja dapat bersama-sama mengkaji persoalan nyata jemaat dan masyarakat Papua Pegunungan. Di bidang pengabdian kepada masyarakat, dosen dan mahasiswa dapat turun langsung melayani jemaat dan masyarakat bersama gereja-gereja setempat.
Kerja sama ini diharapkan memperkuat peran STT Arastamar Wamena sebagai kampus yang lahir dari gereja dan bekerja untuk gereja. Dengan begitu, kampus turut membangun Papua Pegunungan yang beriman, berpengetahuan, dan rukun dalam keberagaman.