Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Wamena menyelenggarakan Ibadah Pembukaan Semester yang dirangkaikan dengan Penyambutan Mahasiswa/i Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan XVI pada Selasa, 04 Februari 2026, bertempat di lingkungan kampus STT Arastamar Wamena. Kegiatan ini menjadi momentum awal dimulainya aktivitas akademik semester baru sekaligus peneguhan kesiapan mahasiswa dalam memasuki fase pembelajaran kontekstual di lapangan.
Ibadah pembukaan semester dilaksanakan sebagai wujud komitmen institusi dalam menempatkan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi utama penyelenggaraan pendidikan tinggi teologi. Melalui ibadah ini, sivitas akademika diajak untuk memaknai proses akademik bukan semata sebagai aktivitas intelektual, tetapi juga sebagai panggilan iman yang dijalani dengan tanggung jawab, integritas, dan pelayanan.
Dalam suasana ibadah yang khidmat, mahasiswa/i PPL Angkatan XVI secara khusus disambut sebagai bagian dari agenda strategis pembelajaran berbasis pengalaman. Program PPL dipandang sebagai ruang integratif antara teori teologi yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas pelayanan dan kehidupan sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, penyambutan ini menegaskan peran mahasiswa sebagai representasi institusi yang diharapkan mampu menunjukkan sikap etis, kedewasaan rohani, dan kepekaan sosial selama menjalani praktik lapangan.
Kegiatan ini juga mencerminkan visi STT Arastamar Wamena dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Kristiani yang kontekstual dengan realitas Papua Pegunungan. Pembukaan semester menjadi titik awal untuk membangun semangat belajar yang kolaboratif, disiplin, dan berorientasi pada pengabdian.
Melalui pelaksanaan ibadah dan penyambutan ini, STT Arastamar Wamena menegaskan kembali komitmennya sebagai institusi pendidikan teologi yang mengintegrasikan iman, ilmu, dan praksis pelayanan secara berkelanjutan. Diharapkan seluruh rangkaian kegiatan akademik pada semester ini dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan dampak positif bagi gereja, masyarakat, dan pengembangan keilmuan teologi di Tanah Papua.